Archive for the 'Students Submission (Undergrad)' Category

S1 - DSTArs - 06 - SS - Post-modern Architecture

Post-modern architecture is a deliberate opposite to the formalism we normally find in the Modernist architecture. Postmodern architecture is laden with interesting lines and curves, and sometimes includes elaborate ornamentation, which is an attempt to mirror the postmodern desire to focus on the surface of things. Formulaic design and idiosyncrasies were no longer sought after and a more exuberant architectural style began to sweep over cities.

Postmodern architecture relies on a uniquely represented exterior, often carrying over onto the interior of the building, because of the desire to create an aesthetically pleasing surface which was such a repetitious Postmodernist value. Some elements commonly found in postmodern architecture include irony and surprise, contradiction, and self-mockery, and definitely an element of originality. Continue reading ‘S1 - DSTArs - 06 - SS - Post-modern Architecture’

S1 - DSTArs - 06 - SS - Postmodern Arch. Language

Dalam sejarah manusia, kita kenal tiga era atau zaman yang memiliki ciri khasnya masing-masing yaitu pra modern,  modern dan post modern..Zaman modern ditandai dengan afirmasi diri manusia sebagai subjek. Apalagi setelah pernyataan Rene Descartes yaitu “cogito ergo sum” yang artinya aku berpikir maka aku ada. Melalui pernyataan tersebut, manusia dibimbing oleh rasionya sebagai subjek yang berorientasi pada dirinya sendiri sehingga rasio atau akal budi manusia menjadi pengendali manusia terutama tingkah lakunya. Pada masa ini munculah berbagai macam teori yang berlaku sampai sekarang. Pada akhirnya yaitu zaman dimana kita berada sekarang yaitu zaman post modern. Continue reading ‘S1 - DSTArs - 06 - SS - Postmodern Arch. Language’

S1 - DSTArs - 06 - SS - Postmodernism

What is “Postmodern”?

Post means “after” and modern means “present time”. So, literally, “postmodern” means after present time. It’s a future.

Postmodern is not about era. It’s about a movement. We see modernism and postmodernism (and the other “ism”s) as a process of human’s thinking. It’s about people’s preferences.

Humans have a greed nature in themselves. They will never be satisfied. They will always thinking and questioning again and again. When they find a theory, they will question it again.

In modern movement, we want to make functional buildings, free from ornamental and styles. Form follows the function. After that, we criticize it. We think that it’s not perfectly fit into our opinion about the ideal building. We feel something’s missing. We search another explanation that will satisfy our thinking. So, we come out with another idea.

Because we called the previous idea as modernism, we call the new idea with postmodernism. That means we see it as a continuous process. We can’t separate modernism and postmodernism as two different ideas. Postmodernism exists because of modernism.

The modernism itself ended when Pruitt Igoe, which was built by Minoru Yamazaki (the architect of World Trade Center), smashed. Continue reading ‘S1 - DSTArs - 06 - SS - Postmodernism’

S1 - DSTArs - 05 - SS - MODERN ARCHITECTURE LANGUAGE

I. CONDITION FOR MODERN

Kondisi di era modern ini sangat bertolak belakang dengan jaman sebelum revolusi industri. Di jaman modern di mana semua serba simple dan minimalis, hal ini pun banyak teraplikasi pada bangunan di era modern. Bangunan di era ini cenderung bergaya sama, hal ini dipacu oleh revolusi industri di mana produksi masal memicu standarisasi material pembentuk bangunan, kondisi inilah yang membuat masalah juga, bila dibandingkan dengan kondisi di jaman sebelum revolusi industri yang semua material handmade. Bila melihat bentuk bangunan sebelum revolusi industri yang bergaya klasik dengan ornament tentu memperlihatkan detail yang menarik, karena ornament ini selain menghilangkan kesan simple juga punya banyak manfaat seperti, menutup bagian yang merupakan sambungan, ada juga patung untuk bahasa bentuk di dalam ruangan, juga memberi kesan seni yang kental karena ornament sendiri bagian dari seni pahat juga seperti yang diajarkan di beaux art yang berbasis bidang seni. Bangunan yang minimalis di jaman modern ini juga mengandung nilai seni, tentu bukan lagi seni murni, melainkan bahasa seni dalam arsitektur. Bangunan yang cenderung bergaya sama di jaman modern ini menghilangkan nilai seni juga, jadi mengkaji ulang apa yang kita lihat dan kita pelajari tentang arsitektur. kondisi modern ini menyesuaikan dengan iklim dan lokasi sekitar, dimana kondisi yang seperti ini memberikan tantangan bagi para arsitek, karena harus membuat sesuatu yang spesifik agar itu menjadi baik, di era minimalis ini dengan kata lain harus memberikan hasil expresi yang maksimal, less is more, memaksimalkan sesuatu yang minimal. Arsitektur modern adalah serangkaian bangunan yang mempunyai karakteristik gaya serupa, terutama yang mempunyai kemudahan dalam bentuk dan tidak menggunakan ornament. Bentukan arsitektur modern muncul pada awal abad ke-20. Kejayaan bentukan arsitektur modern didapat setelah Perang Dunia Kedua dan menjadi gaya arsitektur yang dominan terhadap gaya arsitektur dunia selama 3 dekade. Continue reading ‘S1 - DSTArs - 05 - SS - MODERN ARCHITECTURE LANGUAGE’

S1 - DSTArs - 04 - SS - Arsitektur klasik dan modern

Bentuk geometri pada masa arsitektur klasik memakai dan hanya mau mengakui bentuk euclidian atau non-euclidian, pemakaian diluar bentuk-bentuk tersebut tidak akan diakui sebagai bentuk geometri. Saat ini, arsitektur telah berkembang pesat, bentuk geometri tidaklah se-kaku masa arsitektur klasik, bentuk-bentuk geometri telah berkembang bebas. Metode perancangan baru memunculkan Bentuk -bentuk yang in-konvensional, sebuah bentuk geometri baru. Terbukti bahwa definisi geometri sejak masa klasik hingga saat ini telah berubah dan mungkin saja kedepannya akan ditemukan bentuk atau definisi geometri baru, semuanya bersifat relatif. Sekalipun demikian, penulis mengakui bahwa geometri itu luas dan bebas. Arsitek yang memiliki pemahaman ruang yang luas dan mampu mengeksploitasi bentuk akan menghasilkan karya arsitektur yang kaya, bebas dan tidak kaku. Continue reading ‘S1 - DSTArs - 04 - SS - Arsitektur klasik dan modern’



pursal

koesuma.com