<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>pursal.com</title>
	<atom:link href="http://www.pursal.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.pursal.com</link>
	<description>pursal</description>
	<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 06:03:43 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>KAV 2: Pertemuan Arsitektur</title>
		<link>http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-2-pertemuan-arsitektur/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-2-pertemuan-arsitektur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 17:38:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Publications]]></category>

		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>

		<category><![CDATA[cirebon]]></category>

		<category><![CDATA[jawa]]></category>

		<category><![CDATA[lasem]]></category>

		<category><![CDATA[pantai utara jawa]]></category>

		<category><![CDATA[pekalongan]]></category>

		<category><![CDATA[semarang]]></category>

		<category><![CDATA[tegal]]></category>

		<category><![CDATA[tuban]]></category>

		<category><![CDATA[vernakular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[

Ragam wujud ruang dan bentuk arsitektur di Nusantara sangat beragam. Hal ini memperlihatkan bahwa budaya asli Nusantara telah mengalami banyak persinggungan dengan budaya-budaya luar. Dipercaya bahwa kemampuan suatu masyarakat untuk mengadaptasikan makna serta norma-norma lokal terhadap pengaruh budaya yang datang dari luar akan tercermin pada arsitektur vernakular mereka. Berangkat dari argumen itu, tema program kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-2-pertemuan-arsitektur/kav2-1/' title='kav2-1'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/11/kav2-1-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-2-pertemuan-arsitektur/kav2-2/' title='kav2-2'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/11/kav2-2-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
<p>Ragam wujud ruang dan bentuk arsitektur di Nusantara sangat beragam. Hal ini memperlihatkan bahwa budaya asli Nusantara telah mengalami banyak persinggungan dengan budaya-budaya luar. Dipercaya bahwa kemampuan suatu masyarakat untuk mengadaptasikan makna serta norma-norma lokal terhadap pengaruh budaya yang datang dari luar akan tercermin pada arsitektur vernakular mereka. Berangkat dari argumen itu, tema program kami kali ini akan terfokus pada perpaduan budaya (<em>cultural mix</em>) yang tercermin dalam arsitektur, suatu pertemuan arsitektur. Di dalamnya terjadi proses <em>&#8220;trial and error&#8221;</em> dan kadangkala juga mengalami proses &#8220;pinjam-meminjam&#8221; antar kebudayaan, yang disebut proses akulturasi. Akulturasi berarti proses sosial yang timbul bila suatu kelompok manusia dengan suatu kelompok kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing dengan sedemikian rupa sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan tersebut. Dengan demikian tercipta suatu kebudayaan yang khas tempat tersebut.</p>
<p>Lokasi penelitian terpilih adalah daerah Pantai Utara Jawa yang dapat dilihat sebagai sebuah <em>&#8216;frontier&#8217;</em>, tempat pertemuan budaya asing dan budaya lokal. Kebudayaan pesisir Utara Jawa menurut Denys Lombard [1996a] dalam bagian pertama bukunya yang berjudul Nusa Jawa: Silang Budaya menyatakan bahwa secara tradisional daerah pesisir Utama Jawa merupakan suatu wilayah yang memiliki latar belakang budaya dengan karakteristik tersendiri. Bila ditinjau dalam perkembangan sejarah, keberadaan komunitas masyarakat Cina di pesisir Utara Jawa sudah berlangsung selama berabad-abad lamanya. Mereka datang untuk berdagang dengan membawa barang-barang kerajinan untuk ditukar dengan hasil-hasil pertanian terutama rempah-rempah, sarang burung walet, gambir, bahan obat-obatan dan sebagainya. Ada juga orang-orang Cina yang datang sebagai tukang atau buruh tambang ketika masa kolonial Belanda. Mereka yang bekerja di pertambangan Kalimantan atau perkebunan di Sumatra ini kemudian menyebar ke pulau Jawa. Untuk keperluan dagang tersebut orang-orang Cina kemudian menetap di pusat-pusat perdagangan Pantai Utara Jawa, di antaranya Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Lasem dan Tuban.</p>
<p>Ditemukan bahwa arsitektur lokal di Pantai Utawa Jawa dipengaruhi oleh arsitektur Cina, Arab dan Kolonial masa itu. Menjadi menarik untuk menelaah terciptanya jalinan interaksi budaya Cina, Arab, dan Kolonial dengan budaya setempat. Lebih lanjut bagaimana dan seberapa jauh interaksi tersebut berpengaruh pada tatanan, bentuk serta detail arsitekturnya. Hasil penelitian yang menggambarkan deskripsi mendalam serta pemetaan pengaruh arsitektur Cina, Arab dan Kolonial pada arsitektur masyarakat Melayu, khususnya masyarakat Jawa diharapkan dapat menjadi tambahan perbendaharaan keilmuan. Sedangkan pengungkapan akulturasi (interpretatif) diharapkan dapat memberi kontribusi pada proses merancang arsitektur dalam konteks perubahan serta perkembangan kebutuhan yang cenderung berlangsung semakin cepat.</p>
<p><span id="more-343"></span></p>
<p>ARSITEKTUR VERNAKULAR SERI 2<br />
PERTEMUAN ARSITEKTUR<br />
PANTAI UTARA JAWA: CIREBON, TEGAL, PEKALONGAN, SEMARANG, LASEM, TUBAN</p>
<p>Editor: Purnama Salura &amp; Yenny Gunawan</p>
<p>Diterbitkan oleh Cipta Sastra Salura<br />
(c)2008 Cipta Sastra Salura</p>
<p>TIM RISET Pertemuan Arsitektur Pantai Utara Jawa:<br />
<strong>Cirebon:</strong> Erwin Adianto, Matinus Deny, Rahman Yuda, Tri Haryotedjo, Yudita Royandi, Yuma Chandrahera<br />
<strong>Tegal:</strong> Hartanto Budiyuwono, D.S. Vitorini, Haria P. Utama<br />
<strong>Pekalongan:</strong> Abang Wirnawan, Bayu Kurniawan, I. Nyoman Ari M.<br />
<strong>Semarang:</strong> Bachtiar Fauzy, Alam F. Fajarahman, Aditya Rahman<br />
<strong>Lasem:</strong> Yenny Gunawan, Yogi F. Rachim, Caesar Fabiano<br />
<strong>Tuban:</strong> Heru Susanto, Isabella Isthipraya, Roy Novianto, Irfan Nurrachman, Dewi Isma Aryani, Ferlina Sugata</p>
<p><strong>Tata Letak:</strong> Yenny Gunawan<br />
<strong>Sampul:</strong> Detil karawang (lubang ventilasi) pada rumah di Kampung Kauman, Lasem</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-2-pertemuan-arsitektur/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>KAV 1: Logat Arsitektur Nusantara</title>
		<link>http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-1-logat-arsitektur-nusantara/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-1-logat-arsitektur-nusantara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 17:38:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ryan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Publications]]></category>

		<category><![CDATA[arsitektur]]></category>

		<category><![CDATA[nusantara]]></category>

		<category><![CDATA[vernakular]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[

  Alkisah seorang dewa dari lapisan langit tertinggi turun ke bumi Nusantara dengan misi mencari keterangan tentang makhluk asing bernama arsitektur vernakular yang tak jelas ujudnya. Setelah berkeliling sekian lama, dewa ini nyaris putus asa. Beliau singgah duduk beristirahat di gubuk terbuka milik pak tani di tengah bumi sambil menceritakan misinya. Dengan santai pak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-1-logat-arsitektur-nusantara/kav1-2/' title='kav1-2'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/11/kav1-2-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-1-logat-arsitektur-nusantara/kav1-11/' title='kav1-11'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/11/kav1-11-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
  <em>Alkisah seorang dewa dari lapisan langit tertinggi turun ke bumi Nusantara dengan misi mencari keterangan tentang makhluk asing bernama arsitektur vernakular yang tak jelas ujudnya. Setelah berkeliling sekian lama, dewa ini nyaris putus asa. Beliau singgah duduk beristirahat di gubuk terbuka milik pak tani di tengah bumi sambil menceritakan misinya. Dengan santai pak tani menjawab: &#8220;Pak dewa, kalau kami para petani membuat gubuk di tengah sawah ini selalu mikirnya tentang yang pas saja.. pas sama cuacanya, pas sama tempatnya, pas sama adat kebiasaan kami, pas sama saya dan teman-teman yang memakainya, gitu lho pak.. lho, ngomong-ngomong pak dewa koq keliatannya bisa nikmat beristirahat.. apa gubuk ini pas juga untuk pak dewa?&#8221; Sang dewa lalu segera menghilang, bergegas terbang menuju khayangan.</em> <span id="more-342"></span> ARSITEKTUR VERNAKULAR SERI 1 LOGAT ARSITEKTUR NUSANTARA  <strong>Editor</strong>: Purnama Saluran &amp; Yenny Gunawan  <strong>Kontributo</strong>r: Abang Wirnawan, Agus Sunandar, Agus Surya Sadana W., Andi Agusman, Andi Suwandi, Angga S.P. Latif, Denny Sudharnoto, Dwi Hari Susantyo, Dwi Santi Vitorini, Endang Sri Lestari, Fitri Wulandari, Hapy Aprianto, Hartanto Budiyuwono, Leonaldi Gunawan, Lya Dewi Anggraini, Mochamad Sofyanto, Mohammad Muqffa, Nadji Palemui Shima, Nani Sriwardhani, Satria Yudistira, Siti Rachima, Syumar Akhmad, Totok Roesmanto, U. Hari Sadana W., Undi Gunawan, V. Pebriano, Y. Basuki D., Yohan Suwandi  <strong>Tata Letak</strong>: Yenny Gunawan, Stacy Sinanto <strong>Foto Sampul</strong>: Atap rumah di pemukiman Arab di Manado, Sulawesi Utara - Atap mesjid di Kotagede, Jawa Tengah - Atap rumah toko Cina di Tangerang, Banten - Atap bangunan di pemakaman kerajaan mataram di Kotagede, Jawa Tengah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2008/11/19/kav-1-logat-arsitektur-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>COLOURS OF CULTURES IN ARCHITECTURE</title>
		<link>http://www.pursal.com/2008/05/11/colours-of-cultures-in-architecture/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2008/05/11/colours-of-cultures-in-architecture/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 21:28:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slipi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Publications]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[

Buy this book

Kumpulan tulisan ini mencoba mengangkat sebagian tirai yang menyelubungi masalah hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Ihtiar ini perlu dihargai dan diteruskan, agar arsitektur dengan lebih jelas dapat mengungkapkan bahwa perancangan hunian oleh manusia merupakan fungsi dari keadaan bumi sekitarnya. Kumpulan tulisan ini menjadi langkah awal ke arah tersebut.
- Prof. John S. Nimpoeno (Bandung) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.pursal.com/2008/05/11/colours-of-cultures-in-architecture/frontcover/' title='frontcover'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/frontcover-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2008/05/11/colours-of-cultures-in-architecture/backcover/' title='backcover'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/backcover-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
<h3><strong><a href="http://esveedesign.com/colours-of-architecture/">Buy this book<br />
</a></strong></h3>
<p>Kumpulan tulisan ini mencoba mengangkat sebagian tirai yang menyelubungi masalah hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Ihtiar ini perlu dihargai dan diteruskan, agar arsitektur dengan lebih jelas dapat mengungkapkan bahwa perancangan hunian oleh manusia merupakan fungsi dari keadaan bumi sekitarnya. Kumpulan tulisan ini menjadi langkah awal ke arah tersebut.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>- Prof. John S. Nimpoeno (Bandung) -</strong></p>
<p>Buku ini mendokumentasikan hasil penjelajahan para cendekiawan muda arsitektur ke dalam ranah penelitian akademik yang sarat dengan berbagai tuntutan dan tantangan. Kobaran semangat serta kuriositas mereka patut diapresiasi dan diteladani.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>- Dr. Iwan Sudradjat; pakar teori dan sejarah arsitektur, pengajar di ITB (Bandung) -</strong></p>
<p>Kumpulan naskah ini sebagai kesinambungan proses dari seminar ke buku merupakan pengejawantahan tepat guna yang perlu diteladani. Upaya rintisan kreatif yang terpuji, selain memberi harapan dan kebanggaan besar atas kemampuan generasi muda arsitek kita, menjadi sumbangsih nyata bagi perkembangan khasanah ilmu arsitektural Indonesia.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>- Prof. Ryadi Adityavarman; arsitek (USA) -</strong></p>
<p>Buku ini berusaha memberikan peran dalam tradisi ilmiah arsitektur. Oleh karena itu, subjektifitas para penulis secara garis besar tetap dilandasi oleh suatu metode ilmiah tertentu.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>- Jeffrey Budiman; praktisi arsitek (Grain &amp; Green, Jakarta), pengamat budaya -</strong></p>
<p>Ditulis oleh arsitek muda yang peduli dan serius serta merangsang kita untuk lebih memahami dan menghargai arsitektur Indonesia.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>- Andra Martin; praktisi arsitek (Jakarta) -</strong></p>
<p><span id="more-266"></span>COLOURS OF CULTURES IN ARCHITECTURE<br />
Copyright ©2008</p>
<p>First Published in 2008 Vby:<br />
PT CIPTA SASTRA SALURA<br />
Bandung<br />
INDONESIA<br />
cssalura@yahoo.com</p>
<p>Editor : Purnama Salura<br />
Author (in Alphabetical): Arniz Mustika, Iman Ashar, Mohammad Shasiluky, Silvy Valentcia, Tiara Yusti<br />
Cover Design : Iman Ashar<br />
Layout Design : Franseno Pujianto &amp; Silvy Valentcia<br />
Translator : Translator Team from UPI for the writings of part 1 - 5<br />
<strong><br />
Tentang Buku Ini</strong></p>
<p>Lima tulisan singkat yang dikemas dalam bentuk buku ini boleh dikatakan merupakan sebuah hasil pergulatan yang cukup intens dari para penulisnya.  Izinkan saya terlebih dahulu mengucapkan terima kasih kepada mereka berlima atas rasa antusias dan upaya mereka yang cenderung selalu berusaha meningkatkan kualitas diri.  Karena tanpa semua itu, mustahil buku ini dapat terwujud.  Satu hal penting yang patut dikedepankan adalah rasa kebersamaan yang mereka pupuk dalam prosesnya. Saya belajar banyak dari mereka tentang hal ini.</p>
<p>Idea untuk membuat buku semacam ini tentu bukan hal baru, banyak rekan-rekan saya yang telah lama melontarkan hal ini pada para peserta skripsi arsitektur (tugas akhir kesarjanaan yang berupa karya tulis).  Sungguh saya sangat beruntung mendapat kepercayaan untuk dapat menyunting serta membidani lahirnya buku ini. Suasana kondusif di lingkungan pekerjaan yang saya tekuni tentunya cukup mempunyai andil.  Ada atasan serta rekan-rekan senior yang selalu mendorong untuk selalu berkarya, ada juga rekan-rekan yunior yang selalu ringan tangan untuk memberikan masukan dan pertolongan. Kata terima kasih tentu layak kami (juga mewakili para penulis) sampaikan pada semuanya.</p>
<p>Lima tulisan dalam buku ini berawal dari dokumen skripsi mereka.  Dalam perjalanannya, substansi diolah kembali, dielaborasi lebih tajam, lalu diperhalus penulisannya dengan harapan agar mudah dicerna tetapi tetap terjaga kadar akademiknya. Tiga buah tulisan berangkat dari obyek arsitektur vernakular, sementara dua tulisan berupaya menelaah obyek yang berada di daerah perkotaan. Kelima tulisan ini kemudian dibingkai dalam tema budaya, jadi bahasannya memang kental dengan aspek-aspek budaya yang bersinggungan dengan arsitektur.  Walaupun demikian fokus tulisan dengan penuh kehati-hatian tetap diletakkan dan bersandar pada kajian arsitektur</p>
<p><strong><br />
Tentang Sumbangan Penulisan Arsitektur</strong></p>
<p>Sebagian besar pemikiran, teori yang diacu, digunakan dan dikembangkan dalam tulisan-tulisan di buku ini merupakan hasil dari para pemikir mancanegara.  Karena memang harus diakui bahwa publikasi buku atau sumbangan teori baru tentang arsitektur nusantara tergolong langka.  Sehingga kita cenderung hanya (bisa) menjadi konsumen ketimbang produsen teori arsitektur. Apakah kita tidak mampu membangun teori arsitektur sendiri ? Mengapa?</p>
<p>Sejatinya, untuk melahirkan sebuah teori atau bahkan sebuah pemikiran yang berorientasi teoritik saja tentu memerlukan persyaratan adanya suatu penyelenggaraan kegiatan ilmiah yang teruji dengan benar.  Kegiatan ilmiah arsitektur yang dimaksud adalah suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan, mencari (ko)relasi, menguji, atau menginterpretasi suatu fenomena melalui paradigma tertentu.  Konsekuensinya, pemahaman tuntas akan paradigma-paradigma yang ada dalam arsitektur merupakan hal mendasar.  Pemahaman akan hakekat ilmu pengetahuan, atau epistemologi arsitektur menjadi mutlak tak dapat ditawar-tawar lagi.  Ketajaman asumsi pendekatan, pemahaman implikasi dari model yang diacu,  pengertian konsep-konsep yang ditarik dari kondisi empiris, serta penguasaan metode agar penelitian sistematis dan runtut sudah harus menjadi santapan sehari-hari.</p>
<p>Selama ini, kriteria-kriteria kegiatan ilmiah (ber)arsitektur diatas mungkin dianggap enteng atau bahkan diabaikan secara sengaja.  Paradigma, kerangka teori, teori, konsep yang berorientasi teoritik, sampai metodologi yang spesifik dalam bidang arsitektur, langka sekali di wacanakan apalagi diperdebatkan dengan seksama.  Pendek kata, bagaimana bisa membangun sebuah kerangka teori baru, jika memahami kerangka teori yang ada saja masih terengah-engah?</p>
<p>Mengingat realitas di atas, substansi buku ini berusaha memosisikan diri pada : bagaimana menggunakan, menerapkan mempelajari sebuah konsep, teori yang ada dalam arsitektur dengan benar dalam rangka memahami suatu fenomena nyata.  Pekerjaan (yang hanya) memahami kelebihan dan keterbatasan suatu alat baca yang akan digunakan menjadi sangat penting dalam rangka memilih dan kemudian menerapkan alat tersebut hingga efektif dengan tujuan serta berkesesuaian dengan kondisi empirisnya.</p>
<p>Para penulis buku ini telah cukup berupaya untuk memahami, memilih dan kemudian menerapkan teori-teori arsitektur dan budaya yang ada ke dalam kasus studi mereka.  Melalui alat baca tertentu, mereka mencoba memahami persoalan yang ada dalam realitas empirinya, kemudian menyimpulkan dan merefleksikannya kembali.  Dalam proses (ilmiah) nya tentu saja masih terdapat kekurangan di sana-sini.  Meskipun demikian saya berharap bahwa penulisan buku ini dapat menjadi langkah awal untuk tercapainya suatu tradisi ilmiah dalam penulisan arsitektur. Sehingga akhirnya pertukaran pemikiran tentang arsitektur yang tertulis dapat menjadi barang biasa, bukan barang langka lagi di Nusantara.</p>
<p>Selamat membaca.<br />
<strong>About this Book</strong></p>
<p>The five concise essays contained in this books maybe described as the result of quite a struggle on the part of the authors. First of all let me express my feelings of gratitude to the five of them for their enthusiasm and continuous effort to raise their own standard of quality. For without all of this, it surely have been impossible to give shape of this book. One important factor that deserves attention is the feeling of togetherness that they managed to foster in the process. I must admit that I my self have learnt a lot from them in this respect, and I shall certainly take a leaf out their book, so to speak. Needless to say, the idea of producing a book of this kind is nothing new in itself, as many of my colleagues have long brought it up with those who are writing up their final paper on architecture (the final written assignment to obtain a bachelor&#8217;s degree, called skripsi in Indonesian) I feel really fortunate to have been entrusted with editing and seeing this book through the press, much like a midwife making the process of giving birth run smoothly.</p>
<p>The conducive atmosphere at work that enables me to dedicate my self to my task has played a considerable role, of course.  There are superiors as well as number of senior colleagues that always motivate me to keep on conducting research, and then there are junior workmates  that never fail to provide input and that are willing to lend a helping hand.  It is only fitting to extend my gratitude (also on behalf of the authors)  to all parties involved.</p>
<p>The five essays in this book originated in the documents of author&#8217;s final papers.  In due course, the substance was revised, elaborated on with a sharper critical eye, and further refined in the hope of making it more digestible while safe guardling its academic calibre.  Three of the essays take vernacular architecture objects as their starting point, while two of the essays make an attempt at analysing object found in urban areas.  All five of these essays have subsequently been placed in a cultural framework, so the terminology employed is admittedly full of various cultural aspects that touch on architecture. Having said this, the focus of these essays is very carelly placed in and based on the field of architectural studies.<br />
<strong>Concerning the Contribution of Essays on Architecture</strong></p>
<p>The greater part of the philosophy or intelectual concepts and theories referred to as employed and developed further in the essays that appear in this book, actually consist of the mind products of foreign thinker.  For it must indeed be admitted that the publication of the books or new theoritical contributions dealing with the characteristic architecture of the Indonesian archipelago have been few and far between. As a consequence, we tend to end up as a consumers rather than producers or proponents of architectural theories.  Could it be that we are incapable of developing a body of architectural theory of ourselves and if so, why should this be the case?</p>
<p>In actual fact, thinking out of theory or even philosophy orientated towards theorization requires the condition of conducting scientific activities that are really tested out.  The scientific activities referred to consist of those research activities that aim to describe, look for (cor)relations, test or examine and interpret a given phenomenon by way of certain paradigms.  The consequence is that complete understanding of the various paradigms to be found in architecture is of fundamental importance.   Comprehending the principles of science, or the epistemology of architecture has become an obvious must.  The sharply defined assumption of the approach used, understanding of the implications derived from the model referred to, understanding of the various concept drawn from the empirical conditions as well as mastering method employed in order to produce research that is systematic and well ordered in nature ought to have become daily food for thought by now.</p>
<p>Up to the present, the criteria for research into architecture mentioned above may be considered too slight or even negligible on purpose.  Paradigms, theoretical frameworks, theories and concepts orientated towards theorizing, ranging to a methodology that is specifically designed for the field of architecture have very seldom been elaborated on, let alone subjected to a painstaking discourse. In brief, how is it possible to develop a framework of new theories if we are still pantingly struggling to come to grisp with the current theoretical framework?</p>
<p>Keeping in mind the reality of the situation sketched above, the actual substance of this book attempt to address and take a stance on the following issues : how to properly make use of, apply and study a concept or theory to be encountered in architecture in the framework of comprehending a real phenomenon.  Essays that only manage to fathom the positive side and limitations of the interpretative device to be used will play a very important role in the framework of choosing and subsequently applying this particular device for this to be effective, with the purpose of being in accordance with its empirical condition.</p>
<p>The authors of this book have made a considerable effort to understand, select, and further apply the body of existing theories dealing with architecture and culture to their case studies.  By way of certain interpretative devices, they have tried to understand, the issues at stake in empirical reality, which they have summarized and subjected to reflection.  It seems only natural that in the course of research conducted, there still may linger some shortcomings here and there.  Nevertheless, I sincerely hope that the writing of this book will be initial step towards establishing a scientific or research based tradition in writing on architecture. As the result, the exchange of intellectual concepts concerning architecture may become a regular item to be observed and not the rarity it has been for so long in our beloved archipelago</p>
<p>Enjoy the read.</p>
<h3>About the Authors</h3>
<p><strong>Arniz Mustika </strong></p>
<p>Menyukai hampir semua mata kuliah, terutama Antropologi dalam Arsitektur, sehingga walaupun tidak terdapat namanya dalam absen, tetapi tetap rajin masuk. Lahir di Ponorogo dan lama hidup di Bandung, ia sangat menyukai hal-hal berbau ìIndiaî, khususnya film-film dan pria-pria India, sering menjadi koki bagi para penulis ketika sedang bekerja sehingga kedatangannya selalu dinanti. Sosok yang ceria, berisik, centil, feminin, sangat suka difoto, dan fotogenik. Menulis skripsi tentang arsitektur Betawi karena prihatin akan eksistensi dari budaya tersebut dan mendapatkan nilai A.</p>
<p><strong>Iman Ashar</strong></p>
<p>Menyukai mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur, sehingga hampir seluruh nilai studionya A. Pribadi yang kreatif, baik dalam bidang arsitektur, grafis, dekorasi, maupun musik; agak gagap dalam merangkai kata-kata tapi penghibur kelompok dengan  muka tanpa ekspresinya. Pria asal Bandung satu ini dahulu digilai para wanita, karena konon terkenal akan ketampanannya ketika masa SMA. Dalam bidang akademik, ia memiliki prestasi masuk enam besar sayembara kantin teknik di Unpar, nominator dalam SAA (Studio Akhir Arsitektur) Award, serta menjadi Best Design dalam SPA (Studio Perancangan Arsitektur) 6 Award. Di luar prestasi akademik, ia pernah menjuarai sayembara nasional Puskesmas di Medan. Menulis skripsi tentang tampilan McDonald karena ketertarikannya dengan budaya populer dan mendapatkan nilai A.</p>
<p><strong>M. Shasiluky</strong></p>
<p>Pria yang selalu terlihat kurang tidur, nyaris tidak rapi ini sangat menyukai mata kuliah Teori Makna dalam Arsitektur oleh karena minatnya berfilosofi. Berasal dari Bandung, ia dahulu aktif sebagai pemain band sekaligus rapper. Kesukaannya berbicara di depan umum tertuang dalam hobinya menjadi MC dalam berbagai acara. Menulis skripsi tentang arsitektur Sunda karena kecintaannya terhadap budaya kota kelahirannya dan mendapatkan nilai A.</p>
<p><strong>Tiara</strong></p>
<p>Gadis mungil ini menyukai mata kuliah Seni dalam Arsitektur. Berasal dari Lampung, memiliki minat yang besar dalam bidang fotografi dan seni grafis. Sering main game di saat yang lain sibuk bekerja. Memiliki hobi bermain musik, bernyanyi, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan seni grafis. Paling suka menghabiskan stok camilan kesukaannya di ruangan tempat bekerja. Menulis skripsi tentang arsitektur tradisional Lampung, karena ingin mengedepankan arsitektur tanah kelahirannya tercinta dan mendapatkan nilai A, bahkan dipuji oleh para dosen penguji oleh karena presentasi akhirnya yang menarik.<br />
<strong><br />
Silvy Valentcia</strong></p>
<p>Menyukai mata kuliah Antropologi dalam Arsitektur, kelahiran Jakarta. Sosok yang feminin dan modis, memiliki tingkat intelijen tinggi, lulus dengan hasil cumlaude. Memiliki minat besar dalam bidang bisnis, arsitektur, interior, dan jurnalistik. Hobi menggambar, melukis, jalan-jalan, dan belanja. Hobi menggambarnya ini pernah dituangkan dalam buku ilustrasi anak-anak yang diterbitkan oleh salah satu penerbit ternama di Jakarta serta komik terbitan penerbit lokal Bandung. Dalam bidang akademik, ia pernah menjadi nominator SPA 5 dan 6 Award, juga nominator SAA Award. Menulis skripsi tentang bangunan sudut era kolonial Belanda, karena tertarik dengan kebudayaan Indo European dan sangat berhasrat untuk melancong ke benua tersebut. Skripsi tersebut mendapatkan nilai akhir A.</p>
<p><strong>Franseno</strong></p>
<p>Menyukai kuliah Sejarah dalam Arsitektur, kelahiran Cirebon. Satu-satunya anggota yang masih mahasiswa ini, aktif di kegiatan Arsitektur Hijau (kegiatan pecinta arsitektur vernakular di kalangan arsitektur Unpar). Memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap arsitektur dan kebudayaan tradisional Indonesia. Pribadi yang supel, menyenangkan, bergairah dalam mengerjakan segala sesuatu, hobi bergosip dan bercerita sehingga kehadirannya selalu dapat membuat ceria suasana. Di luar kepribadiannya tersebut, ia memiliki rasa tanggung jawab besar terhadap segala sesuatu yang dikerjakannya. Saat buku ini disusun, ia sedang menulis skripsi tentang arsitektur Lombok.</p>
<h3>Daftar Isi</h3>
<p>Sambutan<br />
Daftar Isi<br />
Pengantar<br />
I. Adopsi Budaya pada Arsitektur Betawi<br />
II. Eksistensi Arsitektur Baduy di Tengah Derasnya Arus Globalisasi<br />
III. “Istilah” sebagai Konsep Dasar Arsitektur Lampung<br />
IV. Tampilan Arsitektur Popular pada Restaurant Mc.D<br />
V. Keistimewaan Spesifik Rumah Sudut Era Kolonial Belanda<br />
Index<br />
Tentang Penulis</p>
<h3>Table of Contents</h3>
<p>Notes<br />
Table of Contents<br />
Preface<br />
I. The Culture Adoption in Betawi Architecture<br />
II. The Existence of Baduy Architecture in the Rapidly Globalization Wave<br />
III. “Term” as a Basic Concept of Lampung Architecture<br />
IV. The Appearance of Popular Architecture on McD Restaurant<br />
V. The Positive Peculiar of Corner Houses during Dutch Colonial Era<br />
Index<br />
About the Authors</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2008/05/11/colours-of-cultures-in-architecture/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pusat Komersial Jayaraga</title>
		<link>http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 18:34:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pursal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[














]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya14.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-243 alignfull" title="Pusat Komersial Jagaraya" src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya14.png" alt="" width="500" height="476" /><span id="more-247"></span></a></p>
<p><a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya01/' title='jagaraya01'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya01-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya02/' title='jagaraya02'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya02-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya03/' title='jagaraya03'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya03-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya04/' title='jagaraya04'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya04-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya05/' title='jagaraya05'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya05-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya06/' title='jagaraya06'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya06-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya07/' title='jagaraya07'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya07-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya08/' title='jagaraya08'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya08-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya09/' title='jagaraya09'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya09-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya10/' title='jagaraya10'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya10-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya11/' title='jagaraya11'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya11-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya12/' title='jagaraya12'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya12-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya13/' title='jagaraya13'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya13-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/jagaraya14/' title='Pusat Komersial Jagaraya'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/jagaraya14-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2007/07/11/pusat-komersial-jagaraya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sundanese Architecture</title>
		<link>http://www.pursal.com/2007/05/11/sundanese-architecture/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2007/05/11/sundanese-architecture/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 21:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pursal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Publications]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=261</guid>
		<description><![CDATA[

It can be argued that literature about Sundanese architecture is rare; if there were any, usually incompleter and often superficially written. An entire book that dedicated to the subject does not exist, only as simple note written by anthropologists, thus are merely speculative. Until now, there has been no methodology that could be use to [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.pursal.com/2007/05/11/sundanese-architecture/frontcover-2/' title='Front Cover'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/frontcover-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/05/11/sundanese-architecture/backcover-2/' title='Back Cover'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/backcover-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
<p>It can be argued that literature about Sundanese architecture is rare; if there were any, usually incompleter and often superficially written. An entire book that dedicated to the subject does not exist, only as simple note written by anthropologists, thus are merely speculative. Until now, there has been no methodology that could be use to understand the concept of form and meaning in Sundanese architecture, let alone the concept in the process of cultural change. There has been no research, either theoritical or empirical, to linking the two concepts of form and meaning in Sundanese architecture, so the interpretation of the styles are neither complete nor comprehensive.</p>
<p>The limit of this study regarding the Sundanese architecture are further complicated by the absence of any ancient palace or royal compoundsóor their physical remains. Ancient manuscripts detailed the artsówritings and oral histories containing informations about ordinary life. Sundanese cultural heritage only revolves around the arts, language, dance, drama, music; but conversely to the artifactsóbuildings, monuments, and their ornamentsóthey are extremely rare. Thus, research about Sundanese architecture requires further study to be doggedly pursued.</p>
<p>Prompted by this lack in literature and awareness that the concepts of form and meaning in vernacular architecture are so important in the development of architecture for the future in globalisation era, I have written this book on the basis of research on three case studies of Sundanese vernacular architecture. The case studies have been chosen deliberately so they represent the architectural conditions of Sundanese in the face of the dynamic of change. May this work can serve as a useful reference (or as a starting point to other similar studies) for the development of any necessary strategic steps to ensure the survival of Sundanese architecture in the onslaught of global change.</p>
<p><span id="more-261"></span></p>
<p>Sundanese Architecture<br />
Copyright ©2007 by PT. Cipta Sastra Salura, Bandung - Indonesia</p>
<p>First Published in 2007 by :<br />
PT. CIPTA SASTRA SALURA<br />
email : cssalura@yahoo.com</p>
<p>Author: Purnama Salura<br />
English Translation: Frances B. Affandy<br />
Editor: Irene Siswadi<br />
Illustration: Purnama Salura, Irene Siswadi<br />
Cover and Layout Design: Irene Siswadi</p>
<p><strong>Foreword</strong></p>
<p>The substance of this work is taken from a dissertation, the fieldwork for which was accomplished from 2000 to 2002. In the beginning the work included nine case studies, and when winnowed has resulted in three representing locations that provide specific characteristics.</p>
<p>The names of the villages in the book are not their actual names, nor are the names of informants, photographs of the activities, or current conditions; the format of the results of the questionnaire has also been abbreviated. At the same time, care has been taken to assure the accuracy of the materials.</p>
<p>The study has involved many people. While I cannot list each one of them by name, I would like to extend my deepest appreciation to each of these individuals for the roles they played in this work.</p>
<p><strong></strong><br />
This book is an effort to position the architecture of the Sundanese people as unique within the Indonesian and global context. While the focus remains on Sundanese architecture, I hope that the materials will be helpful in the study and in mapping of vernacular architecture for the whole archipelago of Indonesia. Many other areas in Indonesia possess the kinds of architectural character that are illustrated in the case studies put forward here and share as well the extremely rare written references and/or empirical data. It is because of this limitation, the form and meaning of Indonesian vernacular architecture has not yet documented.</p>
<p>I have another hope for this book, that it will make a contribution in the development of theory and empiricism for the strategic survival of Sundanese architecture as it faces global change: first, understanding the processes of transformation that have occurred in the past canon of Sundanese architecture; second, an understanding of the dynamic relationship between the concepts of form and meaning in the context of change; and thirdly, understanding the existing and newer meaning of the architecture that relevant towards the creation of references in the process creating local architecture today and in the future.</p>
<p>Prompted by sincere and modest intentions, I hope this book is able to offer three inputs to energize the Sundanese people; first, so the people are able to preserve the aspects of their cultural values in facing the global change, including keeping the harmony in their housing development process; second, for the planners and the authorities in the efforts on developing the potentials of kampong settlement (both new and traditional); and thirdly, for the planning of new settlements and the identification of architectural elements to strengthen the local identity.</p>
<p>As a final word, I hope that this book can be used as a starting point for further examination and elaboration of similar architectural phenomena on different context of people and locations. I hope the book can add to diverse studies that are urgently need in the development of the knowledge of vernacular architecture in Indonesia.</p>
<p><strong>About</strong><br />
Purnama Salura is a distinguished lecturer of architecture at Parahyangan Catholic University, Bandung. As a both mentor and lecturer, he pays a great concern in the development of architectural studies, especially on architectural theories and philosophy.</p>
<p>He is a figure that is meticulous in details and his passion has been well spoken in sharing the knowledge through learning and teaching. His works includes many architectural projects and has published two books on architectural subject: &#8220;Ber-arsitektur: Membuat, Menggunakan, Mengalami, dan Memahami Arsitektur&#8221;(2001) and &#8220;Arsitektur Dalam Bingkai Kebudyaan&#8221; (2003, with co-writer Dr. Kusnaka Adimihardja).</p>
<p><strong>Table of Contents</strong><br />
i. About the Author<br />
ii. Notes<br />
iii. Forward<br />
iv. Contents<br />
I. Stream, Form and Meaning in Architecture</p>
<ol>
<li>The Importance of Understanding Local Architecture</li>
<li>Understanding the Beliefs Influencing Architecture</li>
<li>The Concept of Form in Architecture and Chosen Approach</li>
<li>The Concept of Meaning in Architecture and Chosen Approach</li>
<li>Concept Dynamics : Form and Meaning in Architecture</li>
</ol>
<p>II. The Sundanese</p>
<ol>
<li>The Sundanese People</li>
<li>The Concept of Sundanese Architecture</li>
<li>Tracing the Aspects of Form in Architecture</li>
<li>Tracing the Aspects of Meaning in Architecture</li>
</ol>
<p>III. Sundanese Architecture in Three Villages</p>
<ol>
<li>Kampong Tonggoh</li>
<li>Kampong Cigenclang</li>
<li>Kampong Palastra</li>
<li>The Concept of Place in Architectural Form</li>
<li>The Concept of Meaning in Architectural Activity</li>
</ol>
<p>IV. Form and Meaning in Sundanese Architecture</p>
<ol>
<li>The Pattern Deep-Structure</li>
<li>The Social Deep-Structure</li>
<li>The Dynamics of Change in the Concept of Form and Meaning in Sundanese Architecture</li>
</ol>
<p>V. Epilogue</p>
<ol>
<li>The &#8216;Pattern of Three&#8217; and Rectangular Shape</li>
<li>The Strength and Weakness of the Concept of <em>Sineger-Tengah</em></li>
<li>The Concepts of Kaca-Kaca and Circle</li>
<li>The Practical and Symbolic Measures</li>
</ol>
<p>vi List of Drawings<br />
ix List of Tables<br />
x Glossary<br />
xv Bibliography</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2007/05/11/sundanese-architecture/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MENELUSURI ARSITEKTUR MASYARAKAT SUNDA</title>
		<link>http://www.pursal.com/2007/05/11/menelusuri-arsitektur-masyarakat-sunda/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2007/05/11/menelusuri-arsitektur-masyarakat-sunda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2007 20:34:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pursal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Publications]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[

Buy this book
Literatur mengenai arsitektur lokal Sunda dapat dikatakan masih langka; jika ada ternyata masih sangat terbatas dan kurang dalam. Buku khusus tentang arsitektur malah tidak ada, yang ada cenderung berupa catatan antropologis yang masih spekulatif. Sejauh ini belum ada metodologi yang dapat digunakan untuk membaca konsep bentuk dan makna arsitektur masyarakat Sunda, apalagi dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.pursal.com/2007/05/11/menelusuri-arsitektur-masyarakat-sunda/ps_draft_mams_openingcdr/' title='Front Cover'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/mas-cover-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2007/05/11/menelusuri-arsitektur-masyarakat-sunda/ps_draft_mams_openingcdr-2/' title='Back Cover'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/mas-cover-back-150x150.jpg" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
<h3><strong><a href="http://esveedesign.com/menelusuri-arsitektur-sunda/">Buy this book</a></strong></h3>
<p>Literatur mengenai arsitektur lokal Sunda dapat dikatakan masih langka; jika ada ternyata masih sangat terbatas dan kurang dalam. Buku khusus tentang arsitektur malah tidak ada, yang ada cenderung berupa catatan antropologis yang masih spekulatif. Sejauh ini belum ada metodologi yang dapat digunakan untuk membaca konsep bentuk dan makna arsitektur masyarakat Sunda, apalagi dalam konteks perubahan. Tidak juga ada telaah teoretik maupun empirik yang mengabungkan keduanya, sehingga interpretasi terhadap arsitektur Sunda tidak lengkap dan tidak menyeluruh.  Keterbatasan studi mengenai arsitektur Sunda seakan-akan terasa tambah sulit karena tidak ada peninggalan artefak istana atau kraton. Kropak (manuskrip, catatan) yang ada hanya berupa karya sastra berupa naskah maupun sastra lisan tentang kehidupan sehari-hari. Warisan budaya Sunda memang terbukti cenderung &#8216;hanya&#8217; pada budaya literal, antara lain bahasa, tari, seni pertunjukan, musik; sebaliknya artefak berupa bangunan dan ornamennyaósangat jarang ditemukan. Oleh karena itu telaah terhadap arsitektur Sunda perlu dilakukan terus menerus.  Dipicu kelangkaan literatur tersebut, juga kesadaran bahwa konsep bentuk dan makna arsitektur lokal sangat penting terhadap arah perkembangan lanjut arsitektur lokal dalam konteks perubahan global, saya menyusun buku ini berdasar pada penelitian terhadap tiga kasus studi arsitektur lokal Sunda. Kasusnya dipilih secara purposive agar dapat merepresentasikan kondisi arsitektur masyarakat Sunda yang ada beserta dinamika perubahannya. Hasilnya semoga dapat jadi rujukan, jika bukan merupakan langkah awal, bagi pengembangan strategi survival arsitektur Sunda dalam menghadapi perubahan global.  <span id="more-257"></span> MENELUSURI ARSITEKTUR MASYARAKAT SUNDA Copyright ©2007  Diterbitkan oleh: PT. CIPTA SASTRA SALURA  Penulis: Purnama Salura Editor: Anwar Holid Ilustrasi: Purnama Salura, Irene Siswadi Sampul Muka dan Layout: Irene Siswadi  <strong>Daftar Isi</strong> i Tentang Penulis ii Catatan iii Prakata iv Daftar Isi I. Aliran, Bentuk, dan Makna Arsitektur</p>
<ol>
<li>Pentingnya Pengetahuan Arsitektur Lokal</li>
<li>Paham-Paham Pemikiran yang Mempengaruhi Arsitektur</li>
<li>Konsep Bentuk Arsitektur dan Pendekatan Terpilih</li>
<li>Konsep Makna Arsitektur dan Pendekatan Terpilih</li>
<li>Dinamika Konsep Bentuk dan Makna Arsitektur</li>
</ol>
<p>II. Urang Sunda</p>
<ol>
<li>Masyarakat Sunda</li>
<li>Konsep Arsitektur Sunda</li>
<li>Penelusuran Aspek Bentuk-arsitektur</li>
<li>Penelusuran Aspek Makna-arsitektur</li>
</ol>
<p>III. Arsitektur Sunda di Tiga Kampung</p>
<ol>
<li>Kampung Tonggoh</li>
<li>Kampung Cigenclang</li>
<li>Kampung Palastra</li>
<li>Konsep Tempat pada Bentuk-arsitektur</li>
<li>Konsep Makna pada Kegiatan-arsitektur</li>
</ol>
<p>IV. Bentuk dan Makna Arsitektur Sunda</p>
<ol>
<li>Struktur-Dalam &#8216;Pola&#8217;</li>
<li>Struktur-Dalam &#8216;Sosial&#8217;</li>
<li>Dinamika Perubahan Konsep Bentuk dan Makna Arsitektur Masyarakat Sunda</li>
</ol>
<p>V. Epilog</p>
<ol>
<li>Pola &#8216;Tiga&#8217; dan Bentuk Persegi Panjang</li>
<li>Kelemahan Sekaligus Kekuatan Konsep Sineger-Tengah</li>
<li>Konsep Kaca-kaca dan Lingkaran</li>
<li>Tindakan Praktis dan Simbolis</li>
</ol>
<p>v Daftar Gambar vii Daftar Tabel viii Glosarium xi Kepustakaan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2007/05/11/menelusuri-arsitektur-masyarakat-sunda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Guest House Taman Sari</title>
		<link>http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2005 13:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pursal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[
















]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel15.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-174" title="Guest House Taman Sari" src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel15.png" alt="" width="500" height="476" /></a></p>
<p><span id="more-189"></span></p>
<p><a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel15/' title='Guest House Taman Sari'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel15-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel01/' title='tshotel01'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel01-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel02/' title='tshotel02'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel02-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel03/' title='tshotel03'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel03-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel04/' title='tshotel04'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel04-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel05/' title='tshotel05'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel05-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel06/' title='tshotel06'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel06-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel07/' title='tshotel07'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel07-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel08/' title='tshotel08'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel08-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel09/' title='tshotel09'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel09-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel10/' title='tshotel10'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel10-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel11/' title='tshotel11'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel11-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel12/' title='tshotel12'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel12-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel13/' title='tshotel13'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel13-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/tshotel14/' title='tshotel14'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/tshotel14-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2005/12/11/guest-house-taman-sari/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>RB Mosque</title>
		<link>http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Dec 2004 13:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pursal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[














]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque13.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-160" title="Masjid RB" src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque13.png" alt="" width="500" height="476" /></a></p>
<p><span id="more-173"></span></p>
<p><a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque13/' title='Masjid RB'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque13-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque01/' title='rbmosque01'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque01-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque02/' title='rbmosque02'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque02-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque03/' title='rbmosque03'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque03-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque04/' title='rbmosque04'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque04-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque05/' title='rbmosque05'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque05-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque06/' title='rbmosque06'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque06-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque07/' title='rbmosque07'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque07-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque08/' title='rbmosque08'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque08-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque09/' title='rbmosque09'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque09-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque10/' title='rbmosque10'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque10-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque11/' title='rbmosque11'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque11-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/rbmosque12/' title='rbmosque12'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/rbmosque12-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2004/12/11/rb-mosque/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan</title>
		<link>http://www.pursal.com/2004/05/11/arsitektur-dalam-bingkai-kebudayaan/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2004/05/11/arsitektur-dalam-bingkai-kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2004 20:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pursal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Publications]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[

Kata Pengantar
Salah satu sudut pandang yang relatif baru digunakan dalam kajian ber-arsitektur adalah kajian Antropologi. Manusia sebagai makhluk kreatif baik secara individu maupun kelompok membangun peradabannya dimana tercermin dalam artefak arsitekturnya menelusuri dimensi terdalamnya.
Kajian kritis tentang beberapa teori antropologi yang berhubungan dengan kajian arsitektur ini, berawal dari catatan kuliah program s2 Arsitektur ITB. Melalui suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://www.pursal.com/2004/05/11/arsitektur-dalam-bingkai-kebudayaan/adbk-cover/' title='Front Cover'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/adbk-cover-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2004/05/11/arsitektur-dalam-bingkai-kebudayaan/adbk-cover-back1/' title='Back Cover'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/adbk-cover-back1-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
<p><strong>Kata Pengantar</strong><br />
Salah satu sudut pandang yang relatif baru digunakan dalam kajian ber-arsitektur adalah kajian Antropologi. Manusia sebagai makhluk kreatif baik secara individu maupun kelompok membangun peradabannya dimana tercermin dalam artefak arsitekturnya menelusuri dimensi terdalamnya.</p>
<p>Kajian kritis tentang beberapa teori antropologi yang berhubungan dengan kajian arsitektur ini, berawal dari catatan kuliah program s2 Arsitektur ITB. Melalui suatu proses diskusi yang panjang, gagasan tulisan ini diperkaya para mahasiswa dari berbagai angkatan yang mengikuti mata kuliah Arsitektur Antropologi. Tulisan yang masih jauh dari sempurna ini tidak terlepas dari sumbangan pikiran mereka di atas. Upaya penerbitan ini diharapkan dapat membantu seluruh pihak yang ingin memperkaya wacana arsitektur dalam bingkai budaya</p>
<p>Kusnaka Adimihardja<br />
Purnama Salura<br />
2004<br />
<span id="more-253"></span><br />
Arsitektur dalam Bingkai Kebudayaan<br />
ISBN: 979-96526-6-9<br />
Penulis: Kusnaka Adimihardja, Purnama Salura<br />
Editor: Anwar Holid<br />
Gambar Ilustrasi: Purnama Salura<br />
Desain Sampul: Ariani Darmawan<br />
Desain Tata Letak: Ariani Darmawan</p>
<p>Daftar Isi<br />
•    Kata Pengantar<br />
•    Konsep Kebudayaan<br />
•    Antropologi<br />
•    Arsitektur Antropologi<br />
•    Evolusi Linear<br />
•    Evolusi Multilinear<br />
•    Teori Struktural<br />
•    Simbolisme<br />
•    Lingkungan<br />
•    Kepustakaan</p>
<p><strong>Tentang Penulis</strong></p>
<p><strong>Kusnaka Adimihardja</strong><br />
Guru Besar Antropologi Universitas Padjajaran. Aktif menulis di berbagai media cetak. Tulisannya tentang “The Traditional Agriculture Rituals and Practices of the Kasepuhan Community in West Java” diterbitkan dalam James J. Fox (ed). 1992. Beliau juga aktif mengikuti seminar baik nasional maupun internasional</p>
<p><strong>Purnama Salura</strong><br />
Lektor Kelapa di Jurusan Arsitektur di Universitas Katolik Parahyangan. Beberapa kali memenangkan sayembara baik internasional maupun nasional. Menerbitkan buku “ber-Arsitektur: membuat, menggunakan, mengalami dan memahami arsitektur”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2004/05/11/arsitektur-dalam-bingkai-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surya Regency</title>
		<link>http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/</link>
		<comments>http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2003 13:14:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pursal</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Projects]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.pursal.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[














]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency14.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-145" title="Surya Regency" src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency14.png" alt="" width="500" height="476" /><span id="more-159"></span></a></p>
<p><a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency14/' title='Surya Regency'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency14-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency01/' title='suryaregency01'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency01-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency02/' title='suryaregency02'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency02-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency03/' title='suryaregency03'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency03-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency04/' title='suryaregency04'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency04-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency05/' title='suryaregency05'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency05-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency06/' title='suryaregency06'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency06-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency07/' title='suryaregency07'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency07-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency08/' title='suryaregency08'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency08-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency09/' title='suryaregency09'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency09-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency10/' title='suryaregency10'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency10-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency11/' title='suryaregency11'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency11-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency12/' title='suryaregency12'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency12-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a><br />
<a href='http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/suryaregency13/' title='suryaregency13'><img src="http://www.pursal.com/contents/2008/05/suryaregency13-150x150.png" width="150" height="150" class="attachment-thumbnail" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.pursal.com/2003/01/11/surya-regency/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
